Suasana subuh di Pelabuhan Kalaotoa, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, mendadak berubah panik setelah sebuah kapal kayu pengangkut sapi perlahan tenggelam saat hendak berlayar.

Warga yang berada di sekitar pelabuhan sempat berusaha menyelamatkan muatan kapal, termasuk ternak sapi yang masih terjebak di dalam lambung kapal. Namun tidak semua berhasil diselamatkan.

Peristiwa itu langsung menjadi perhatian masyarakat sekitar karena kapal membawa cukup banyak muatan, mulai dari sapi, kopra, arang, hingga tabung kosong.

Berdasarkan informasi yang beredar, kapal kayu milik Juragan Kasim itu tengah bersiap berangkat menuju Selayar ketika insiden terjadi.

Beberapa warga mengaku melihat kapal mulai miring sebelum akhirnya tenggelam di area pelabuhan saat kondisi masih gelap menjelang pagi. 

“Waktu kejadian masih subuh, kapal tiba-tiba mulai miring lalu tenggelam,” ujar Hardi, salah seorang warga sekitar pelabuhan.

Kapal tersebut diketahui mengangkut 17 ekor sapi bersama ratusan karung kopra dan arang.

Akibat insiden itu, 10 ekor sapi dilaporkan mati, sementara lima lainnya hilang dan diduga lepas ke kawasan sekitar pelabuhan. Hanya dua ekor sapi yang berhasil diselamatkan warga.

Selain ternak, sejumlah muatan lain juga ikut hanyut terbawa air.

Beberapa tabung kosong terlihat berserakan di sekitar bibir pantai setelah kapal tenggelam.

Warga Sempat Berusaha Menolong

Saat kapal mulai karam, warga sekitar pelabuhan disebut langsung mendekat untuk membantu menyelamatkan muatan yang masih bisa dijangkau.

Sebagian warga mencoba mengevakuasi ternak yang masih hidup, sementara lainnya membantu mengamankan barang-barang yang hanyut.

Suasana pelabuhan sempat dipenuhi kepanikan karena banyak muatan tercebur ke laut dalam waktu singkat.

Hingga kini, penyebab pasti tenggelamnya kapal masih belum diumumkan secara resmi.

Pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap kerugian dan kondisi muatan yang terdampak akibat insiden tersebut. 

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran kapal kayu pengangkut barang dan ternak, terutama di wilayah kepulauan yang aktivitas ekonominya sangat bergantung pada jalur laut.